Lembaran Baru, Semangat Baru



Syawwal adalah waktu yang mungkin ditunggu-tunggu atau bahkan mendebarkan juga oleh sebagian orang. Bukan hanya tentang mudik, lebaran, atau bahkan kekeluargaan dan saling memaafkan. Tapi bagi santri, Syawwal adalah sebuah lembaran baru. Sudah pasti, banyak santri yang tidak sabar menyambut bulan ini. Guru baru, teman baru, dan pastinya pelajaran baru yang akan menemani mereka satu tahun kedepan. Tapi, tidak sedikit juga santri yang malas atau bahkan takut menghadapi bulan Syawwal ini. Mungkin karena masih betah dengan suasana rumah yang penuh dengan kemewahan, kekeluargaan, dan serba-serbi tekhnologi. Atau bahkan karena belum siap menyambut pelajaran baru dan hafalannya yang segudang.

Bukan hanya bagi para santri lama, Syawwal juga tentunya menjadi lembaran baru bagi para santri baru. Bukan sebuah pemandangan yang asing jika pada bulan Syawwal ini kita menemukan lalu-lalang orangtua mengantarkan anak-anak tersayang mereka ke pesantren-pesantren dengan penuh rasa bangga disertai harapan besar. Memikul kardus-kardus dan tas berisi pakaian dan jajan ke kamar-kamar yang akan dihuni anak mereka tanpa rasa malas atau keluhan sedikitpun. Sebagian dari anak-anak itu, mungkin ada yang senang sebagaimana orangtuanya. Siap dan penuh kemantapan untuk menuntut ilmu agama agar menjadi orang yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa. Namun, tidak sedikit dari mereka yang juga sedih. Atau bahkan menangis karena tak mau berpisah dari orangtua tercinta yang telah menemani mereka sedari kecil. Tapi, bagaimana lagi. Itulah mondok.

Mencari ilmu agama tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu ada pengorbanan agar apa yang kita riyadlohi  menjadi timbal balik kehidupan kita dimasa mendatang. Sebagaimana dikatakan Syekh Syarofuddin Al-‘Imrithi didalam salah satu bait nadhomnya:

لا ترم علما وتترك التعب
“Kamu tidak akan memperoleh ilmu jika disertai dengan meninggalkan kesulitan.”

Jadi, pengorbanan dan kesulitan dalam mencari ilmu itu adalah hal yang wajib jika kita ingin mencari ilmu yang bermanfaat sesuai dengan yang diharapkan oleh orangtua. Mumpung ini adalah bulan Syawwal, dan tahun ajaran baru. Jadi, marilah kita mulai lembaran baru ini dengan melakukan apa yang seharusnya kita lakukan untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat mulai sekarang dan seterusnya.

Untuk teman-teman santri lama, sudah saatnya kita menata dan mengingat kembali niat awal mondok kita. Baru setelah itu, kita upgrade tubuh kita dengan semangat baru untuk kembali mewujudkan niat dan impian kita, serta menghalau rintangan-rintangan yang akan menghadang didepan.

Dan, untuk teman-teman santri baru. Ingat terus niat kalian, jangan pernah merasa kalian berada di tempat yang salah. Terus jalani apa yang ada di pondok dengan sabar dan penuh semangat. Karena Nabi Muhammad pernah bersabda:

من سلك طريق يلتمس فيه علما سهل الله له طريقا الى الجنة
“Barangsiapa yang menempuh jalan menuju ilmu (agama). Maka Allah akan memudahkannya jalan menuju surga.”

Jadi, jika kita sudah menempuh jalan itu maka tugas kita adalah terus mempertahankannya dengan selalu mengingat niat kita agar kita bisa mendapatkan surganya Allah. Amiin…

*Penulis amatir dari Kota Angin, Majalengka


0 Komentar